Kalkulator Tempo Lari dan Prediksi Waktu Lomba

Hitung tempo lari Anda, prediksi waktu finish 5k, 10k, half marathon, dan marathon dengan rumus Riegel serta dapatkan zona latihan.

Kalkulator Tempo, Jarak dan Waktu

Jarak Cepat:
Jarak
km
Waktu 00:50:00
Tempo Rata-rata
5:00 min/km

Prediksi Waktu Lomba

Prediksi menggunakan Rumus Riegel T2 = T1 * (D2 / D1)^1.06.

Zona Tempo Latihan Target

Zoom 100%
Studio Utilitas

Ingin utilitas ini di situs Anda?

Sesuaikan warna dan mode gelap untuk WordPress, Notion, atau situs Anda sendiri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Seberapa akurat rumus Peter Riegel untuk prediksi marathon?

Rumus Riegel T2 = T1 * (D2 / D1)^1.06 memberikan akurasi tinggi jika daya tahan aerobik memadai. Untuk marathon, hasil akhir sangat dipengaruhi oleh jarak tempuh mingguan dan latihan lari jauh.

Bagaimana cara mengubah min/km ke min/mile secara tepat?

Kalikan total detik per kilometer dengan 1,609344. Tempo 5:00 min/km (300 detik) setara dengan 8:03 min/mile.

Mengapa hasil prediksi waktu kadang terasa terlalu berat pada jarak jauh?

Eksponen standar 1.06 mengasumsikan daya tahan kelelahan yang optimal. Tanpa fondasi aerobik yang cukup, penurunan stamina membuat waktu asli lebih lambat dari prediksi.

Bagaimana cara menentukan zona tempo untuk interval dan tempo run?

Latihan interval (VO2 max) sebaiknya dilakukan antara 95% hingga 105% dari tempo 5k, tempo run pada 110% hingga 120%, dan lari pemulihan santai pada 125% hingga 145%.

# Prinsip Biomekanika Perhitungan Tempo Lari

Menghitung tempo lari dan memprediksi waktu lomba secara akurat memerlukan pemahaman mendalam tentang sistem energi metabolik manusia. Performa lari jarak jauh ditentukan secara langsung oleh tiga pilar utama: konsumsi oksigen maksimal (VO2 max), ambang laktat (kapasitas mempertahankan intensitas tinggi tanpa akumulasi asam laktat berlebih), serta efisiensi lari (ekonomi gerak tubuh).
1.06 Eksponen Riegel
4 Utama Jarak Lomba Standar
3 Cara Hitung Tempo Reaktif
3 Tingkat Zona Latihan Target

# Model Matematika Rumus Riegel

Dirumuskan oleh Peter Riegel pada tahun 1977 dan dipublikasikan dalam majalah majalah Runner s World, rumus T2 = T1 * (D2 / D1)^1.06 memodelkan secara matematis penurunan kecepatan bertahap seiring bertambahnya jarak lintasan lomba. Eksponen kelelahan standar 1.06 mencerminkan tingkat penurunan kapasitas aerobik rata-rata pada pelari jarak jauh yang terlatih dengan volume latihan mingguan yang memadai.

# Perbandingan Satuan Metrik vs Imperial

Sistem Metrik (min/km)

Standar internasional utama dalam olahraga atletik dan lari jalan raya. Memudahkan pemantauan split waktu yang presisi setiap 1000 meter.

Sistem Imperial (min/mile)

Standar populer di Amerika Serikat dan Britania Raya. Satu mil darat setara secara tepat dengan 1,609344 kilometer.

# Ringkasan Jarak Lomba Resmi

Nama Lomba Jarak Metrik (km) Jarak Imperial (mi) Sistem Energi Utama
Lari 5K5.00 km3.11 mi90% Aerobik / 10% Anaerobik Glikolisis
Lari 10K10.00 km6.21 mi95% Aerobik / 5% Anaerobik Glikolisis
Half Marathon21.0975 km13.11 mi99% Aerobik (Dominan Ambang Laktat)
Full Marathon42.195 km26.22 mi100% Aerobik (Terbatas Glikogen Otot)

# Strategi Pacing dan Negative Split

Manfaat Negative Split
Berlari sedikit lebih cepat pada paruh kedua lomba (negative split) secara terukur membantu menghemat cadangan glikogen hati dan otot serta mencegah penumpukan asam laktat prematur.

# Menyusun Zona Latihan Berbasis Sains

Latihan daya tahan yang efektif dan seimbang membagi intensitas secara terencana ke dalam beberapa zona fisiologis yang jelas. Lari ringan santai mendukung adaptasi mitokondria dan kapiler darah, lari tempo meningkatkan pembersihan laktat, dan latihan interval intensitas tinggi mengembangkan batas VO2 maks serta kecepatan aerobik maksimal (VMA). Rentang pace yang dipersonalisasi membantu mencegah latihan berlebihan sekaligus menjaga stimulus adaptasi tubuh.

Referencias Bibliográficas