# Aturan Resmi IFAB tentang Adu Penalti
Adu penalti (secara resmi tendangan dari titik penalti) menentukan pemenang pertandingan sepak bola yang berakhir imbang pada babak gugur sesuai Hukum 10 IFAB.Aturan Eliminasi Matematis
Jika satu tim mengumpulkan lebih banyak gol daripada yang secara matematis dapat dicapai lawan dengan sisa tendangannya, adu penalti langsung dihentikan.# Perbandingan Putaran Reguler vs Sudden Death
Fase Reguler (5 Tendangan)
Seri 5 tendangan bergantian per tim. Berakhir lebih awal hanya jika kembalinya skor secara matematis tidak memungkinkan.
Fase Sudden Death
Putaran tunggal setelah putaran ke-5. Setiap perbedaan gol setelah jumlah tendangan yang sama menentukan pemenang seketika.
# Ringkasan Ketentuan IFAB
| Aturan / Ketentuan | Standar Resmi IFAB |
|---|---|
| Pemain yang Berhak | Hanya pemain yang berada di lapangan saat peluit akhir berbunyi yang boleh mengeksekusi penalti. |
| Posisi Kiper | Wajib mempertahankan setidaknya sebagian dari satu kaki pada garis gawang saat bola ditendang. |
| Gerakan Tipuan saat Berlari | Gerakan tipuan saat berlari diperbolehkan; melakukan gerakan tipuan setelah menyelesaikan lari akan dikenai sanksi. |
| Kesetaraan Jumlah Pemain | Jika satu tim kekurangan pemain akibat kartu merah, tim lawan harus mengurangi jumlah pemainnya agar seimbang. |
# Kelebihan dan Kekurangan Adu Penalti
Evaluasi Format
- Menjamin adanya pemenang pasti dalam jangka waktu yang dapat diprediksi.
- Menyajikan momen penuh ketegangan dan drama bagi para pendukung.
- Tekanan psikologis yang sangat tinggi dapat membayangi performa tim selama 120 menit.
- Kegagalan individu seorang penendang dapat membawa beban rasa bersalah yang tidak proporsional.