# Memahami Rating C Baterai LiPo dan Output Daya Nyata
Memilih baterai LiPo yang tepat untuk drone FPV memerlukan pemahaman hubungan antara kapasitas baterai, rating C, dan konsumsi arus motor. Meskipun pabrikan sering mengklaim rating 100C atau lebih, performa discas kontinu sebenarnya dibatasi oleh hambatan dalam dan disipasi panas. Kalkulator ini mengukur arus kontinu realistis secara akurat.# Tabel Perbandingan Jenis Kimia Baterai RC
| Kimia | Tegangan Nominal | Tegangan Maksimal | Densitas Energi | Discas Puncak | Penggunaan Ideal |
|---|---|---|---|---|---|
| LiPo (Standar) | 3.7V | 4.20V | Tinggi | 100C - 150C | Drone FPV Freestyle dan Balap 5" |
| LiHV (High Voltage) | 3.8V | 4.35V | Sangat Tinggi | 80C - 120C | TinyWhoop dan Mikro Quad |
| Li-Ion (18650/21700) | 3.6V | 4.20V | Maksimal | 15C - 35C | Drone Jelajah Long Range 7" |
| LiFePO4 | 3.3V | 3.65V | Sedang | 30C - 50C | Stasiun Charger Lapangan |
# Dampak Voltage Sag dan Hambatan Dalam pada Drone FPV
Voltage sag adalah penurunan tegangan mendadak saat akselerasi cepat. Ketika arus melewati hambatan dalam, sebagian energi berubah menjadi panas alih-alih daya dorong. Baterai tua dengan hambatan dalam tinggi akan memicu peringatan low voltage lebih cepat pada OSD.- Hambatan Dalam Rendah (1-4 mΩ per sel): Respon luar biasa, sag minimal, dan baterai tetap dingin.
- Hambatan Dalam Sedang (5-10 mΩ per sel): Performa standar untuk penerbangan freestyle.
- Hambatan Dalam Tinggi (>12 mΩ per sel): Kehilangan tenaga signifikan, sag parah, dan cepat panas.