# Perhitungan dan Prinsip Kerja Pembagi Tegangan
Pembagi tegangan dua resistor mengubah tegangan sumber menjadi tegangan keluaran yang lebih kecil pada titik percabangan. Ketika resistor atasR1 terhubung ke sumber tegangan dan resistor bawah R2 terhubung ke ground, tegangan keluaran ideal tanpa beban dihitung dengan rumus Vout = Vs x R2 / (R1 + R2). Kalkulator ini juga menampilkan arus pembagi yang mengalir serta daya yang terdisipasi menjadi panas pada masing-masing resistor.# Menentukan Nilai Resistor untuk Tegangan Target
Pilih mode Cari R2 ketika Anda mengetahui tegangan sumber, nilai resistor atas R1, dan tegangan keluaran yang diinginkan. Alat ini mengubah bentuk persamaan menjadiR2 = R1 x Vtarget / (Vs - Vtarget). Tegangan target yang mendekati tegangan sumber membutuhkan nilai R2 yang jauh lebih besar, sedangkan target yang mendekati nol membutuhkan R2 yang lebih kecil.# Menganalisis Arus Pembagi dan Disipasi Daya Resistor
Pembagi tegangan menarik arus kontinu sebesarI = Vs / (R1 + R2) dari sumber daya. Setiap resistor mendisipasikan daya sebesar P = I² x R. Selalu periksa kedua nilai ini terhadap daya pengenal komponen, terutama ketika pembagi tegangan terpasang pada jalur tegangan tinggi.# Pengaruh Beban Luar dan Rangkaian Terhubung
Hasil perhitungan ini mengasumsikan bahwa titik Vout tidak memiliki beban luar. Beban yang terhubung ke Vout akan terpasang sejajar dengan R2, menurunkan resistansi efektif dan mengubah tegangan serta arus. Untuk sinyal atau tegangan acuan yang harus menyuplai arus ke rangkaian berikutnya, gunakan penyangga op-amp atau regulator tegangan khusus.- Jaga tegangan target secara ketat di antara nol dan tegangan sumber.
- Gunakan satuan resistansi yang sama untuk R1 dan R2.
- Periksa disipasi daya kedua resistor secara terpisah, bukan hanya daya total.
- Ingat bahwa toleransi komponen dan variasi tegangan sumber akan mempengaruhi nilai nyata.
- Anggap hasil ini sebagai kondisi tanpa beban sebelum beban nyata dimasukkan ke dalam model.